8 Cara Melakukan Background Check Karyawan dengan Mudah

3 min read

8 Cara Melakukan Background Check Karyawan dengan Mudah

Kamu yang sedang mengembangkan usaha sendiri, tentu memerlukan karyawan untuk mendukung semua kelancaran usaha tersebut. Nah, supaya mendapatkan karyawan yang kompeten, maka perlu melakukan background checking terlebih dahulu. Cara melakukan background check bisa lebih praktis dengan bantuan teknologi.

Mencari tahu latar belakang calon karyawan ini merupakan sebuah keharusan bagi perusahaan besar. Kegiatan ini membantu perusahaan untuk lebih mudah dalam menemukan kandidat yang sesuai standar dan posisi yang ditawarkan.

8 Cara Background Checking

Ada delapan cara untuk memeriksa latar belakang calon karyawan yang bisa kamu lakukan. Silakan ikut cara-caranya sebagai berikut:

1. Nilai Akademik

Perusahaan yang membuka perekrutan pasti akan mencantumkan beberapa persyaratan dan salah satunya yaitu ijazah pendidikan terakhir. Meskipun nilai akademik bukan satu-satu faktor penentu kelayakan untuk diterima kerja, namun akan menjadi pertimbangan penting juga.

Apabila pelamar memiliki nilai akademik yang baik, tentu akan lebih mudah dalam memahami instruksi kerja dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik pula. Sedangkan jika nilai akademis di bawah standar, calon karyawan kurang bisa memberikan performa kerja yang baik.

Cara melakukan background check nilai akademik yaitu dari transkrip nilai pendidikan terakhir atau sertifikat pendukung lainnya.

2. Uji Skill dan Pengetahuan

Background checking selanjutnya yaitu verifikasi skill dan pengetahuan mengenai bidang yang dilamar. Misal perusahaan membuka lowongan untuk posisi customer service, maka HRD bisa meminta calon karyawan untuk menjawab telepon atau membalas email dari konsumen yang melakukan komplain.

Contoh lain, kamu adalah HRD perusahan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sedang mencari tenaga pengajar. Agar lebih mudah mengetahui skill dan pengetahuan para kandidat, kamu bisa meminta mereka untuk mengajar dengan berbagai macam metode dan menggunakan media pembelajaran yang interaktif.

Apabila kandidat memiliki skill dan pengetahuan yang memenuhi standar, kamu pun bisa memilihnya untuk bergabung dengan perusahaan yang kamu pimpin.

3. Memeriksa Catatan Kriminal

Cara melakukan background check selanjutnya yaitu memeriksa catatan kriminal. Agar kamu bisa mendapatkan informasi valid, maka saat membuka lowongan pekerjaan jangan lupa mensyaratkan pelamar untuk melampirkan SKCK. Kepolisian merupakan pihak yang memiliki hak untuk mengeluarkan SKCK tersebut.

Merekrut karyawan yang bersih dari catatan kriminal ini penting untuk menghindarkan perusahaan dari risiko yang bisa menyebabkan kerugian. Hal ini karena rekam jejak kriminal bisa memengaruhi performa kerja atau pergaulan di lingkungan kerja.

4. Melihat Media Sosial

Merekrut karyawan di era digital seperti sekarang ini lebih mudah dan praktis. Kamu bisa menggunakan media sosial sebagai cara melakukan background check. Media sosial bisa merepresentasikan kepribadian penggunanya. 

Selain itu, media sosial juga memungkinkan kamu untuk mengetahui kegiatan apa saja yang sedang diikuti. Misal, pelamar adalah orang yang aktif melakukan kegiatan sosial, memiliki hobi fotografi, dan lain-lain.

Apabila dari unggahan media sosial tersebut banyak memberikan nilai-nilai positif, maka calon karyawan tersebut bisa menerapkannya di perusahaan.

5. Memeriksa Riwayat Kerja Sebelumnya

Cara melakukan background check untuk mendapatkan calon karyawan yang memenuhi kualifikasi yaitu melihat riwayat kerja. Mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja, tentu akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan budaya kerja. Apalagi jika riwayat pekerjaan calon karyawan adalah bidang yang sama.

Guna menggali informasi yang lebih valid, kamu bisa menghubungi bagian SDM atau manajer perusahaan sebelumnya. Hal pertama yang perlu kamu tanyakan kepada manajer yaitu apakah calon karyawan tersebut pernah bekerja di sana. Selanjutnya, kamu bisa menanyakan performa kerja atau jika memungkinkan riwayat gaji terakhir.

6. Catatan dari Penyalahgunaan Obat Terlarang

Setiap perusahaan tentu ingin memiliki karyawan yang bersih dari catatan kriminal dan penyalahgunaan obat terlarang. Karyawan yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak hanya bisa merugikan perusahaan, namun juga bisa mencoreng nama baik perusahaan.

Untuk memastikan calon karyawan bebas dari penyalahgunaan obat, maka kamu perlu melakukan tes ini pada semua kandidat. Apabila calon karyawan memiliki indikasi menggunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba, perusahaan pun secara tegas akan tidak menerimanya. Hal ini bisa memengaruhi performa dan produktivitas kerja.

7. Memeriksa Refensi

Cara melakukan background check juga bisa dengan memberikan referensi yang dituliskan oleh pelamar pada CV mereka. Untuk mendapatkan informasi atau testimoni mengenai kinerja pelamar, kamu bisa menghubungi referensi kontak tersebut.

Apabila selama bekerja di perusahaan sebelumnya yang bersangkutan memiliki performa dan etika kerja yang bagus, maka kontak referensi tersebut akan memberikan rekomendasi yang baik pula.

Kamu bisa menggunakan background checking services untuk melakukan pengecekan riwayat dan latar belakang seseorang.

8. Tes Kesehatan

Beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang farmasi, konstruksi, makanan, dan lain-lain akan mensyaratkan calon karyawan agar lolos tes kesehatan. Cara melakukan background check kesehatan yaitu dengan mendatangkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan.

Apabila calon karyawan memiliki penyakit berat atau memiliki berat badan berlebihan, hasil ini bisa menggugurkan syarat untuk bisa bergabung dengan perusahaan. Kesehatan fisik ini sangat penting mengingat beban kerja yang cukup berat. Supaya tidak menghambat kinerja yang lainnya, maka perusahaan melakukan seleksi di awal.

Manfaat Melakukan Background Check Calon Karyawan

Selain untuk mengenal identitas calon karyawan lebih dalam, background checking juga memiliki sederet manfaat sebagai berikut:

1. Menemukan Tenaga Kerja Berkualitas

Kegiatan memeriksa latar belakang ini memberikan manfaat kepada perusahaan untuk bisa mendapatkan kandidat yang berkualitas. Apabila perusahaan berhasil merekrut tenaga kerja berkualitas pada masing-masing posisi yang diperlukan, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan perusahaan itu sendiri.

Cara melakukan background check seperti yang sudah disebutkan di atas sangat efektif untuk mendapatkan kandidat yang berkualitas, kompeten, dan bisa bekerja dengan profesional.

2. Mengurangi Risiko Kecurangan

Nilai akademik atau IPK yang tinggi tentu akan menarik perhatian HRD. Namun, oknum yang tidak bertanggung jawab bisa menyalah gunakan teknologi dengan mengedit hasil transkrip nilai. Perusahaan pun bisa mengatasi kecurangan ini dengan melakukan background checking secara detail.

Apabila dari data tersebut menunjukkan adanya kejanggalan, pihak HRD pun bisa menghubungi pihak kampus untuk meminta informasi yang sebenarnya. Supaya bisa mengetahui adanya kejanggalan pada transkrip nilai, maka cara melakukan background check akademik harus lebih teliti dan hati-hati.

3. Mengetahui Kemampuan

Manfaat berikutnya dari memeriksa latar belakang pelamar yaitu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan. Banyak pelamar yang sudah sudah lolos syarat administrasi, namun gagal ketika uji kemampuan.

Hal ini karena dunia kerja lebih mengutamakan calon karyawan yang bisa mengimplementasikan ilmu dan skill yang mereka miliki. Meskipun memiliki nilai akademis yang bagus, tapi jika tidak bisa menerapkannya, tentu perusahaan akan memilih kandidat lainnya yang lebih layak.

Sudah Tahu Cara Melakukan Background Check?

Setelah membaca ulasan di atas, kamu sekarang sudah tahu, kan cara melakukan background check untuk karyawan. 

Tips-tips di atas sangat membantu untuk kamu yang baru bekerja sebagai HR di perusahaan atau bahkan memiliki bisnis sendiri. Kamu bisa menerapkan cara-cara di atas sehingga bisa menemukan kandidat yang tepat.